BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Senin, 8 Juni 2026, menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tercatat, IHSG ditutup terkoreksi sebesar 4,52% dari sesi sebelumnya, berakhir di level 5.342,13.

Penutupan pasar kemarin hampir menyentuh level terendah sepanjang hari perdagangan. Level terendah intraday yang dicapai IHSG berada di 5.317,9, menandakan tekanan jual yang kuat di akhir sesi.

Sebaliknya, pada sesi pembukaan, IHSG sempat menunjukkan kinerja positif dengan mencapai level tertinggi harian di 5.523,94. Perbedaan antara level tertinggi dan terendah ini mengindikasikan volatilitas pasar yang tinggi sepanjang hari.

Pelemahan IHSG ini terutama didorong oleh kinerja buruk pada beberapa sektor utama di bursa. Sektor perindustrian, infrastruktur, dan transportasi menjadi penyumbang koreksi terbesar pada hari itu.

Secara rinci, saham-saham di sektor perindustrian terkoreksi paling dalam, yaitu mencapai 6,38%. Diikuti oleh sektor infrastruktur yang melemah 6,28%, dan sektor transportasi yang terpangkas 5,57%.

Aktivitas perdagangan kemarin juga menunjukkan dominasi aksi jual yang masif oleh para investor. Tercatat volume transaksi mencapai 32,52 miliar lembar saham yang diperdagangkan sepanjang hari.

Nilai transaksi keseluruhan yang terproses mencapai Rp21,73 triliun, dengan frekuensi transaksi yang tercatat sebanyak 2,21 juta kali jual beli. Hal ini mengonfirmasi adanya tekanan jual yang signifikan di pasar.

Kondisi pasar mencerminkan sentimen negatif yang meluas, terlihat dari perbandingan saham yang bergerak. Sebanyak 661 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 78 saham yang mampu mencatatkan kenaikan harga.

Sisanya, sebanyak 78 saham lainnya, mempertahankan posisi stagnan tanpa adanya perubahan harga yang berarti pada penutupan sesi tersebut. Data ini memberikan gambaran jelas mengenai dominasi sentimen bearish.