BISNIS.HOTNEWS.ID - Amerika Serikat dilaporkan telah melakukan langkah signifikan dalam penggunaan teknologi militer otonom dengan mengerahkan drone laut bersenjata untuk pertama kalinya dalam sebuah operasi tempur. Insiden ini menargetkan fasilitas angkatan laut Iran di Pangkalan Angkatan Laut Bandar Abbas.
Menurut keterangan dari Pentagon, serangan tersebut terjadi pada hari Minggu, 13 Juli. Peristiwa ini menandai penggunaan perdana sistem senjata otonom laut dalam konteks pertempuran oleh militer Amerika Serikat.
Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command atau CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan tersebut melibatkan penggunaan tiga unit drone permukaan nirawak (unmanned surface vessel/USV) dengan tipe Corsair. Penggunaan drone laut ini merupakan bagian dari strategi perluasan Pentagon.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial, CENTCOM turut menyertakan rekaman video yang memperlihatkan pergerakan drone menuju area dermaga. Video tersebut menunjukkan drone-drone itu meledak saat berhasil menghantam target yang telah ditentukan di pangkalan tersebut.
"Serangan dilakukan menggunakan tiga drone permukaan nirawak (unmanned surface vessel/USV) tipe Corsair," demikian pernyataan resmi dari Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM).
Peristiwa ini sekaligus menggarisbawahi upaya Amerika Serikat untuk terus memperluas penggunaan sistem senjata otonom dalam kampanye militernya yang diarahkan kepada Iran. Langkah ini mencerminkan pergeseran dalam doktrin peperangan modern.
Selain drone laut, Amerika Serikat juga dilaporkan telah mengerahkan drone serang sekali pakai. Drone-drone ini dikembangkan dengan mengadopsi model yang serupa dengan drone Shahed yang dimiliki oleh Iran, menunjukkan adanya upaya adaptasi teknologi.
Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya telah mengutarakan rencana untuk mengalokasikan dana yang signifikan, mencapai puluhan miliar dolar AS. Dana tersebut direncanakan untuk pengembangan berbagai platform senjata otonom yang dinilai krusial dalam menghadapi perubahan karakter peperangan di era modern.
"Pemerintahan Presiden Donald Trump berencana menggelontorkan dana hingga puluhan miliar dolar AS untuk berbagai platform otonom seiring perubahan karakter peperangan modern," demikian informasi yang diperoleh.