BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai spekulasi yang berkembang di pasar terkait aktivitas salah satu anak perusahaannya. Perusahaan menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai keterlibatan PT Bakrie Power masih dalam tahap finalisasi.

Dalam surat resmi yang dikirimkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 20 Juli 2026, BNBR secara tegas mengonfirmasi penunjukan Bakrie Power. Penunjukan ini menempatkan Bakrie Power sebagai mitra kunci dalam proyek strategis.

Proyek yang dimaksud adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Tahap II. Proyek ini merupakan inisiatif penting dalam upaya pengelolaan limbah menjadi terbarukan.

Kemitraan ini melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai pihak yang turut menunjuk Bakrie Power. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi PSEL Tahap II.

"Perseroan mengonfirmasi bahwa Bakrie Power telah terpilih sebagai mitra dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Tahap II," demikian bunyi pernyataan resmi perusahaan yang ditujukan kepada BEI, seperti dikutip dari TREN.BISMARKET.COM.

Penunjukan ini terjadi bersamaan dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Keduanya akan bekerja sama dalam mewujudkan proyek energi bersih tersebut.

Perusahaan juga memberikan tanggapan mengenai informasi yang beredar, "Perusahaan membantah adanya informasi yang belum final terkait keterlibatan tersebut," demikian isi surat resmi BNBR tertanggal 20 Juli 2026.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga saham BNBR yang cukup signifikan. Klarifikasi ini bertujuan untuk memberikan kepastian kepada para investor dan publik.

Proyek PSEL Tahap II ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan ketahanan energi nasional. Pengelolaan sampah menjadi listrik merupakan solusi inovatif untuk masalah limbah perkotaan.

Sumber: energi

https://tren.hotnews.id/tag/energi