BISNIS.HOTNEWS.ID - Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali hadir untuk memfasilitasi kebutuhan kendaraan masyarakat dengan menggelar BRI KKB Expo secara serentak. Acara ini akan diselenggarakan di 131 kantor BRI di seluruh Indonesia, berlangsung mulai tanggal 10 hingga 14 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan BRI KKB Expo sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 6 hingga 10 Juli 2026, dengan jumlah lokasi yang sama. Inisiatif ini bertujuan memperkuat penetrasi bisnis pembiayaan kendaraan perseroan.

Melalui pameran ini, masyarakat mendapatkan kemudahan untuk mengakses berbagai pilihan kendaraan dari beragam merek otomotif. Selain itu, calon nasabah dapat langsung mengajukan pembiayaan kendaraan di satu lokasi yang sama.

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menyatakan bahwa penyelenggaraan BRI KKB Expo merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat bisnis konsumer. "BRI KKB Expo menjadi salah satu strategi Perseroan untuk memperkuat bisnis konsumer sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan kendaraan," ujar Aris Hartanto.

"Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi, berkonsultasi, hingga mengajukan pembiayaan secara lebih mudah dalam satu lokasi," tambah Aris Hartanto.

Program ini juga dimanfaatkan untuk mengoptimalkan jaringan kantor BRI yang tersebar luas di berbagai daerah. Tujuannya adalah untuk menghadirkan layanan pembiayaan kendaraan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Keberhasilan pelaksanaan BRI KKB Expo pada Juli 2026 menjadi dorongan bagi BRI untuk kembali menggelar program serupa. Antusiasme masyarakat tercatat cukup tinggi dan merata di berbagai wilayah selama pameran sebelumnya berlangsung.

"Interaksi di lokasi pameran, mulai dari kunjungan langsung hingga pengajuan aplikasi awal, tercatat merata di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Indonesia bagian timur," ungkap Aris Hartanto.

"Respons ini menjadi indikasi kuat bahwa aktivasi berbasis jaringan kerja seperti ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan ke depannya," imbuh Aris Hartanto.