BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja strategis ke kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. pada Selasa, 21 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi ajang evaluasi mendalam terhadap capaian program pembiayaan rumah bersubsidi.
Fokus utama pertemuan ini adalah meninjau progres dan pencapaian pertumbuhan pembiayaan yang telah disalurkan oleh BRI dalam mendukung program perumahan bagi masyarakat. Evaluasi ini penting untuk memastikan program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat maksimal.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, memaparkan bahwa program rumah bersubsidi diimplementasikan melalui dua skema utama yang dirancang untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Kedua skema ini memiliki peran krusial dalam realisasi penyediaan hunian.
Skema tersebut meliputi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP). Masing-masing skema memiliki mekanisme dan target penyaluran yang berbeda, namun bertujuan sama untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah.
"Total target penyaluran dari kedua program ini untuk seluruh bank adalah Rp95 triliun," demikian penjelasan Hery Gunardi mengenai target agregat yang ditetapkan untuk program pembiayaan rumah bersubsidi secara nasional.
Pencapaian BRI yang signifikan dalam penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi ini menunjukkan komitmen kuat bank dalam mendukung program pemerintah. Angka Rp22 triliun yang berhasil disalurkan hingga Juli 2026 menjadi bukti nyata keunggulan BRI dalam sektor ini.
Kunjungan Menteri Maruarar Sirait ke kantor pusat BRI pada 21 Juli 2026 tersebut menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga keuangan dalam percepatan program perumahan nasional. Evaluasi yang dilakukan diharapkan dapat memberikan masukan berharga untuk perbaikan ke depannya.
Kinerja BRI dalam menyalurkan dana sebesar Rp22 triliun untuk pembiayaan rumah bersubsidi hingga pertengahan tahun 2026 ini menempatkannya di garda terdepan di antara bank-bank lain. Hal ini mencerminkan efektivitas dan jangkauan program yang dijalankan oleh BRI.
"Program rumah bersubsidi terbagi menjadi dua skema utama: Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP)," ujar Hery Gunardi.