BISNIS.HOTNEWS.ID - Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa sebagian kecil dari chip kecerdasan buatan (AI) canggih Nvidia H200 telah berhasil dikirimkan kepada pelanggan di China. Pengiriman ini terjadi setelah adanya persetujuan khusus dari pemerintah Amerika Serikat.
Persetujuan tersebut diberikan oleh pejabat pemerintahan AS yang memiliki kewenangan dalam program pengendalian ekspor. Hal ini menandai sebuah langkah penting dalam dinamika teknologi global terkait akses terhadap perangkat keras AI.
Wakil Menteri Perdagangan Bidang Industri dan Keamanan AS, Jeffrey Kessler, mengonfirmasi adanya pengiriman tersebut. Ia menyatakan bahwa jumlah prosesor Nvidia yang dikirim ke China sangatlah terbatas.
Kessler menegaskan, "Bagi rakyat Amerika, intinya adalah sangat sedikit pengiriman yang dilakukan berdasarkan izin untuk H200 dan setara lainnya." Ia menambahkan bahwa jumlah chip tersebut tidak signifikan secara keseluruhan.
Lebih lanjut, Jeffrey Kessler menjelaskan bahwa dirinya menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah pasti chip yang dikirim atau identitas pembeli di China. Namun, ia memastikan bahwa pengiriman tersebut berada dalam koridor yang diizinkan.
Keputusan untuk mengizinkan ekspor H200 ke China ini diambil oleh Presiden Donald Trump pada bulan Desember. Langkah ini merupakan pelonggaran yang cukup signifikan terhadap pembatasan ekspor AS sebelumnya.
Pembatasan tersebut sebelumnya dirancang untuk mengendalikan ambisi pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang sedang digalakkan oleh Beijing. Chip H200 sendiri merupakan teknologi terdepan di pasar AI sebelum peluncuran model Blackwell generasi berikutnya di akhir tahun 2024.
Keunggulan chip Nvidia H200 terletak pada kapasitas memori dan bandwidth yang superior, menjadikannya salah satu perangkat keras paling dicari untuk aplikasi AI yang kompleks. Persetujuan ekspor ini menunjukkan adanya pertimbangan strategis dari AS dalam mengatur distribusi teknologi krusial.
Dikutip dari Bloomberg, keputusan ini mencerminkan keseimbangan antara kepentingan keamanan nasional AS dan dinamika pasar global untuk teknologi AI.