BISNIS.HOTNEWS.ID - Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI), yang baru saja melakukan penawaran umum perdana dan resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), mengalami koreksi harga yang cukup dalam pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026.
Pergerakan harga saham JELI pada hari tersebut dilaporkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) di level Rp1.275 per saham.
Penurunan tajam ini terjadi hanya berselang lima hari setelah saham perusahaan mulai diperdagangkan secara resmi di bursa.
Secara keseluruhan, saham JELI tercatat mengalami pelemahan sebesar 14,72% jika dibandingkan dengan harga saat penawaran perdananya.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi para investor yang sebelumnya menaruh harapan pada debut perdana perusahaan di pasar modal.
Perusahaan yang bergerak di industri makanan dan minuman ini, melalui emiten JELI, sedang dalam sorotan terkait bagaimana prospek bisnis INACO ke depan.
Investor kini mencermati lebih dalam fundamental dan potensi pertumbuhan jangka panjang perusahaan pasca-IPO ini.
Pergerakan harga yang negatif di awal masa perdagangan seringkali memicu analisis mendalam dari para pelaku pasar.
"Saham JELI dilaporkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) pada level Rp1.275 per saham," demikian informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya.