BISNIS.HOTNEWS.ID - Harga minyak dunia kembali mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026, mencapai level tertinggi dalam satu bulan terakhir.

Pemicu utama kenaikan ini adalah memanasnya kembali eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Hingga Kamis, 16 Juli 2026, pukul 09.20 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak September (LCOc1) ditutup pada angka US$85,72 per barel.

Angka penutupan tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 1,17% dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya yang tercatat di US$84,73 per barel.

Kenaikan harga minyak ini tak lepas dari kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Selat Hormuz, sebagai jalur pelayaran minyak yang vital, kembali menjadi sorotan utama dalam dinamika geopolitik ini.

Potensi hambatan atau penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz dapat berdampak besar pada ketersediaan minyak mentah dunia.

Situasi ini mendorong para pelaku pasar untuk memperhitungkan kembali risiko yang mungkin timbul terhadap rantai pasok energi.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, harga minyak dunia dilaporkan kembali melonjak pada perdagangan Rabu (15/7/2026).