BISNIS.HOTNEWS.ID - Penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar dunia, Piala Dunia FIFA 2026, ternyata memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.
Kajian mendalam yang disusun oleh KADIN Indonesia menunjukkan bahwa rangkaian kegiatan Piala Dunia, baik yang bersifat siaran langsung maupun berbagai aktivitas masyarakat, memproyeksikan perputaran ekonomi yang substansial.
Perkiraan tersebut meliputi perputaran ekonomi langsung dan tidak langsung yang jumlahnya diperkirakan melampaui angka Rp5,03 triliun. Angka ini menjadi indikator positif bagi geliat ekonomi nasional.
Perhitungan ini mencakup rentang waktu yang cukup panjang, mulai dari fase persiapan hingga seluruh rangkaian pelaksanaan turnamen sepak bola akbar tersebut.
Berbagai aktivitas ekonomi yang berkontribusi meliputi aktivitas penyiaran televisi, belanja iklan yang meningkat pesat, serta berbagai kesepakatan sponsorship.
Selain itu, promosi produk berbagai perusahaan, peningkatan penjualan perangkat elektronik seperti televisi, hingga maraknya pembelian merchandise resmi turut mendongkrak angka ekonomi tersebut.
Sektor perhotelan, restoran, dan kafe (HOREKA) juga merasakan imbas positif, termasuk maraknya kegiatan nonton bareng yang diselenggarakan di berbagai tempat.
"Rangkaian kegiatan Piala Dunia, baik melalui aktivitas siaran (on-air) maupun berbagai kegiatan masyarakat (off-air), diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi langsung dan tidak langsung lebih dari Rp5,03 triliun," ujar perwakilan KADIN Indonesia.
Perhitungan tersebut juga mencakup kontribusi dari penjualan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut berpartisipasi dalam berbagai acara pendukung, termasuk Festival Rakyat 2026.