BISNIS.HOTNEWS.ID - Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat pada bulan Juni mencatatkan penurunan pertama kalinya dalam enam tahun terakhir, memberikan gambaran positif bagi upaya pengendalian inflasi. Penurunan ini merupakan perkembangan signifikan yang patut dicermati oleh para pengambil kebijakan ekonomi.

Penurunan IHK di bulan Juni tersebut tercatat sebesar 0,4% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Mei. Data ini dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) pada hari Selasa, 14 Juli.

Pemicu utama dari penurunan inflasi bulanan ini adalah anjloknya harga bensin. Tercatat, harga bensin mengalami kejatuhan paling tajam sejak tahun 2022, memberikan dampak langsung pada Indeks Harga Konsumen.

Jika komponen makanan dan energi dikecualikan, inflasi inti di AS terpantau tidak mengalami perubahan. Angka ini tercatat datar atau flat jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, menunjukkan adanya stabilitas pada komponen inflasi yang lebih mendasar.

"Kemerosotan harga bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) pada bulan Juni telah memberikan sedikit napas lega bagi konsumen," sebagaimana diindikasikan oleh laporan tersebut. Hal ini sejalan dengan mulai memudarnya dampak guncangan energi yang dipicu oleh konflik di Iran.

Para pejabat Federal Reserve (The Fed) kemungkinan besar akan menyambut positif data ini. Perkembangan ini muncul menjelang pertemuan kebijakan moneter bank sentral AS yang dijadwalkan akhir bulan ini.

Namun, potensi kenaikan harga minyak mentah kembali menjadi perhatian. "Kembali melonjaknya harga minyak mentah di tengah perseteruan baru antara AS dan Iran berisiko memperpanjang dampak inflasi dari konflik tersebut," demikian diungkapkan dalam analisis.

Meskipun angka inflasi bulanan menunjukkan perlambatan, indikator inflasi tahunan masih berada pada level yang cukup tinggi. Inflasi umum secara tahunan (year-on-year) tercatat naik sebesar 3,5%.

Sementara itu, inflasi inti yang merupakan ukuran lebih stabil terhadap tren inflasi, tercatat naik 2,6% secara tahunan. Angka ini tetap menjadi faktor penting dalam pertimbangan kebijakan moneter The Fed.