BISNIS.HOTNEWS.ID - Pemerintah Indonesia berhasil mencatat kinerja positif dalam menarik investasi pada semester pertama tahun 2026. Realisasi investasi yang dicapai telah melampaui separuh dari target yang ditetapkan untuk tahun ini.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, memaparkan bahwa total realisasi investasi pada periode Januari hingga Juni 2026 mencapai angka Rp1.010,6 triliun. Angka ini menunjukkan sebuah pencapaian yang solid bagi iklim investasi di tanah air.
"Pada semester pertama, atau dari Januari sampai dengan Juni ini di 2026, pencapaian yang sudah dilakukan pengeluaran atau spending oleh para investor di Indonesia itu mencapai 1.010,6 triliun, atau peningkatan 7,2% year-on-year," kata Rosan Roeslani dalam Keterangan Pers Menteri Investasi dan Hilirisasi yang diselenggarakan di Kantor Presiden, Kamis (16/7/2026).
Pencapaian ini dinilai sangat positif karena sejalan dengan target ambisius yang telah dibidik oleh pemerintah. Target investasi nasional tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun.
Dengan realisasi Rp1.010,6 triliun, pemerintah telah berhasil mencapai 49,5% dari total target tahunan tersebut. Angka ini menunjukkan progres yang signifikan dalam upaya menarik modal asing maupun domestik.
Lebih rinci, realisasi investasi pada triwulan pertama 2026 tercatat sebesar Rp498,8 triliun. Angka ini setara dengan 24,4% dari total target investasi nasional.
Sementara itu, kinerja pada triwulan kedua 2026 juga menunjukkan tren positif dengan nilai investasi mencapai Rp511,8 triliun. Angka tersebut mewakili 25,1% dari keseluruhan target tahunan.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, Rosan Roeslani juga menyoroti dampak positif investasi terhadap penyerapan tenaga kerja. Ia menyebutkan bahwa pada semester I-2026, investasi telah berhasil menyerap sebanyak 1.448.862 orang.
"Penyerapan tenaga kerja yang berasal dari investasi pada semester I-2026 tersebut mencapai 1.448.862 orang, dengan peningkatan sekitar peningkatan 15% dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Rosan Roeslani. Peningkatan ini menunjukkan bahwa investasi tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.