BISNIS.HOTNEWS.ID - Ketegangan internasional meningkat menyusul klaim Iran bahwa fasilitas nuklir Darkhovin di wilayah selatan negara itu menjadi sasaran serangan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, pada hari Minggu (19/7).
Pihak Iran secara tegas mengidentifikasi Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Insiden ini dikategorikan sebagai tindakan agresi terhadap infrastruktur sipil yang krusial bagi negara tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi balasan. Ia menegaskan bahwa balasan yang akan diberikan akan bersifat "setimpal" dengan dampak serangan tersebut.
"Serangan AS terhadap proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Darkhovin merupakan serangan berbahaya terhadap infrastruktur damai milik Iran, dan menempatkan tanggung jawab penuh atas konsekuensi dari meningkatnya ketidakamanan serta ketidakstabilan ini kepada Amerika Serikat," menurut pernyataan Gharibabadi kepada kantor berita penyiaran negara Iran, IRIB.
Lebih lanjut, Gharibabadi menekankan komitmen Iran untuk melindungi kepentingannya. Ia menyatakan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah tegas untuk membela kedaulatan dan keamanannya.
"Seraya mengecam keras tindakan agresi ini, Iran akan mengambil langkah-langkah yang setimpal untuk membela kepentingan nasional dan keamanannya," tambah Gharibabadi.
Organisasi Energi Atom Iran pada hari Minggu mengonfirmasi adanya serangan yang menargetkan lokasi pembangunan pembangkit listrik Darkhovin. Lokasi ini berada di dekat perbatasan negara tetangga, Irak.
Menanggapi laporan tersebut, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang merupakan badan di bawah PBB, menyatakan sedang melakukan investigasi. Pihaknya tengah mendalami informasi mengenai insiden serangan yang terjadi pada malam hari di fasilitas nuklir Iran tersebut.
Dikutip dari Bloomberg Technoz.