BISNIS.HOTNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto diketahui menggelar pertemuan dengan sejumlah petinggi negara di akhir pekan lalu. Agenda ini melibatkan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, ini menjadi sorotan publik, terutama mengingat adanya eskalasi ketegangan antar lembaga penegak hukum menjelang akhir pekan tersebut.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang juga merupakan politikus Partai Gerindra, menjadi pihak yang mengungkap alasan di balik pertemuan tersebut. Beliau menyatakan bahwa Presiden ingin mendapatkan gambaran utuh mengenai situasi terkini.
Meskipun tidak merinci secara spesifik laporan yang diminta, diketahui bahwa menjelang akhir pekan, hubungan antara Polri dengan Kejaksaan serta TNI tengah memanas.
Hal ini dipicu oleh penggeledahan yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Polri dan Polda Metro Jaya di beberapa lokasi. Penggeledahan tersebut kemudian dikaitkan dengan Jampidsus periode 2022-2026, Febrie Adriansyah.
Menyikapi situasi tersebut, pihak Kejaksaan Agung dilaporkan telah meminta adanya pengetatan penjagaan terhadap Febrie Adriansyah oleh pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Di sisi lain, beredar pula informasi mengenai permintaan dari Kejaksaan kepada para Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) untuk mengumpulkan data terkait dugaan korupsi program Merah Putih (MBG) di berbagai daerah. Program ini disebut-sebut memiliki kaitan dengan pihak kepolisian.
"Ya kan karena ada sebuah kejadian ya tentu beliau ingin mendapatkan laporan," ujar Prasetyo kepada awak media pada Rabu, 15 Juli 2026.
Beliau menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak menunjukkan kemarahan kepada Jaksa Agung, Panglima TNI, maupun Kapolri dalam pertemuan tersebut.