BISNIS.HOTNEWS.ID - Amerika Serikat kembali melancarkan aksi militer dengan meluncurkan gelombang serangan udara ketiga ke wilayah Iran pekan ini. Langkah ini menjadi respons langsung atas insiden terbaru yang menargetkan sebuah kapal dagang.

Kapal tersebut diketahui sedang melintasi jalur strategis Selat Hormuz, sebuah perairan vital bagi perdagangan global. Serangan ini terjadi sebagai akibat langsung dari tindakan yang diduga dilakukan oleh Iran.

Komando Sentral AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) telah melakukan tindakan "menyerang secara terang-terangan" terhadap kapal kontainer berbendera Siprus. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan jalur pelayaran internasional.

Akibat dari serangan tersebut, satu orang anggota kru kapal dilaporkan hilang. Pencarian dan upaya penyelamatan terus dilakukan untuk menemukan kru yang belum ditemukan.

"Iran sebenarnya telah diberikan kesempatan lain untuk menunjukkan kepatuhannya terhadap Nota Kesepahaman setelah dimintai pertanggungjawaban atas serangan sebelumnya terhadap kapal-kapal komersial, namun mereka kembali gagal," demikian tertulis dalam unggahan resmi CENTCOM di platform X. Pernyataan ini menunjukkan kekecewaan AS terhadap respons Iran.

Operasi pengeboman yang dilancarkan oleh AS ini dimulai pada pukul 19.15 waktu setempat (ET). Seorang pejabat berwenang AS mengonfirmasi bahwa operasi militer tersebut masih berlangsung hingga saat ini.

CENTCOM menambahkan bahwa pihak AS tengah "memberikan konsekuensi yang berat" kepada Tehran. Tindakan ini diambil atas instruksi langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, eskalasi ini menandai babak baru dalam ketegangan antara AS dan Iran, dengan Selat Hormuz menjadi titik fokus utama.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Bloombergtechnoz. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.