BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melaporkan kinerja keuangan yang menghadapi tantangan pada semester pertama tahun 2026. Pendapatan usaha perseroan mengalami penurunan signifikan sebesar 18,4 persen.

Pendapatan usaha ADHI tercatat sebesar Rp3,11 triliun pada paruh pertama 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,81 triliun.

Selain itu, posisi kas dan setara kas perusahaan juga menunjukkan tren penurunan. Kas ADHI menyusut menjadi Rp813,1 miliar, berbanding terbalik dengan posisi akhir tahun 2025 yang masih Rp1,71 triliun.

Meskipun pendapatan usaha terkoreksi, beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp2,41 triliun dari Rp3,24 triliun pada semester I-2025. Penurunan beban ini berimplikasi positif pada laba bruto.

Laba bruto ADHI justru melonjak 22,3 persen, mencapai Rp700,42 miliar, meningkat dari angka Rp572,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usaha pun ikut terangkat naik menjadi Rp316,17 miliar dari Rp188,85 miliar.

Namun, kinerja keuangan ADHI masih dihantui kerugian dari entitas asosiasi yang membengkak menjadi Rp23,92 miliar, dibandingkan dengan Rp3,36 miliar pada semester I-2025.

Di sisi lain, kontribusi laba dari ventura bersama tercatat mengalami kenaikan tipis, yaitu sebesar Rp188,41 miliar, sedikit di atas Rp186,24 miliar dari tahun sebelumnya.

Beban keuangan perseroan juga mengalami peningkatan, tercatat sebesar Rp349,17 miliar, lebih tinggi dari Rp339,81 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

"Meski demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp8,49 miliar, meningkat 12,6% dibandingkan Rp7,54 miliar pada semester I-2025," demikian bunyi salah satu catatan penting dalam laporan keuangan perusahaan.