BISNIS.HOTNEWS.ID - Situasi militer di wilayah timur Ukraina kembali memanas menyusul klaim yang dilontarkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai penguasaan sebuah kota penting di Donetsk. Klaim ini segera dibantah keras oleh pihak Ukraina.
Yang menjadi pusat perdebatan adalah kota Kostiantynivka, yang dikenal sebagai pusat logistik strategis di Oblast Donetsk. Rusia mengklaim telah menguasai sepenuhnya pusat transportasi darat dan kereta api tersebut, yang merupakan salah satu benteng pertahanan utama Ukraina di timur.
Kontradiksi ini muncul setelah Putin menyampaikan pernyataan tersebut pada Jumat malam dalam sebuah pertemuan dengan jajaran pimpinan militer Rusia. Selain Donetsk, Putin juga mengumumkan bahwa wilayah Luhansk kini telah sepenuhnya berada di bawah kendali pasukan Moskow.
Dilansir dari Bloomberg, pihak Ukraina dengan tegas menolak narasi yang disampaikan oleh Presiden Rusia tersebut. Penolakan ini mengindikasikan bahwa pertempuran di garis depan masih berlangsung sengit dan belum ada perubahan signifikan yang diakui oleh Kyiv.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara langsung menanggapi klaim tersebut melalui platform media sosial X. Beliau menyuarakan penolakan keras terhadap informasi yang disampaikan oleh pihak Rusia tersebut.
"Tentu saja, itu tidak benar—itu hanyalah kebohongan Rusia lainnya untuk menciptakan berita," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di X, menggemakan pernyataan dari militer Ukraina.
Lebih lanjut, Staf Umum Ukraina memberikan keterangan resmi mengenai kondisi terkini di Kostiantynivka. Mereka menekankan bahwa operasi pertahanan masih terus dilakukan oleh pasukan Kyiv di area kota tersebut.
Andriy Kovalyov, juru bicara Staf Umum Ukraina, menyampaikan situasi di Kostiantynivka kepada kantor berita RBC-Ukraina. Ia menyebutkan bahwa situasi di sana masih "menantang" bagi pasukan pertahanan Ukraina.
Pernyataan Putin ini menyoroti urgensi strategis Kostiantynivka, mengingat fungsinya sebagai simpul transportasi vital yang sangat dibutuhkan untuk jalur suplai militer Ukraina di sektor timur.