BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan signifikan terjadi di sektor semikonduktor global menyusul adanya kabar mengenai kemitraan strategis antara Google, anak perusahaan Alphabet Inc., dengan Intel Corporation. Langkah ini diperkirakan akan memberikan dorongan besar bagi kinerja finansial dan kepercayaan pasar terhadap Intel.
Kabar ini pertama kali diungkapkan oleh The Information, yang menyebutkan bahwa Google berencana untuk mengandalkan Intel sebagai produsen untuk lebih dari tiga juta unit chip pemrosesan tensor (TPU) khusus kecerdasan buatan (AI). Target produksi masif ini dijadwalkan akan terealisasi hingga tahun 2028 mendatang.
Adanya potensi kerja sama ini langsung memberikan dampak positif yang substansial terhadap harga saham Intel Corp. di bursa. Dalam sesi perdagangan terakhir, saham Intel dilaporkan mengalami kenaikan terbesar yang tercatat dalam kurun waktu satu bulan terakhir, menunjukkan optimisme investor.
Dilansir dari Bloomberg, saham Intel tercatat melonjak sebesar 13% hingga mencapai level US$112,37 di pasar New York. Kenaikan ini menegaskan tren positif saham perusahaan tersebut, yang nilainya telah meningkat sekitar tiga kali lipat sepanjang tahun berjalan ini.
Keputusan Google untuk menggandeng Intel ini muncul setelah perusahaan raksasa teknologi tersebut selesai menguji coba teknologi chip yang ditawarkan oleh Intel. Proses pengujian ini memakan waktu berbulan-bulan sebelum akhirnya mencapai kesimpulan untuk menjalin kerja sama produksi.
"Google menyatakan bakal segera menggandeng Intel dalam memproduksi beberapa unit pemrosesan tensor (TPU) setelah berbulan-bulan menguji teknologi produsen chip tersebut," mengutip dua sumber anonim di The Information Senin waktu setempat.
Situasi pasar global turut mempengaruhi keputusan ini, di mana produsen chip utama Taiwan, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), tengah menghadapi tantangan dalam memenuhi tingginya permintaan kapasitas produksinya. Hal ini memberikan peluang strategis bagi Intel untuk mengambil alih sebagian pesanan besar dari perusahaan teknologi ternama.
Intel sendiri diketahui telah menerima pesanan dari berbagai perusahaan besar lainnya, seperti yang diindikasikan oleh sumber berita tersebut, seiring dengan kesulitan yang dialami oleh TSMC dalam memproduksi chip sesuai permintaan pasar global yang melonjak.
Menanggapi perkembangan signifikan ini, seorang perwakilan dari Intel memilih untuk tidak memberikan komentar resmi mengenai potensi kerja sama dengan Google tersebut. Hal serupa juga dilakukan oleh pihak Google yang belum memberikan tanggapan segera atas permintaan konfirmasi dari media.