BISNIS.HOTNEWS.ID - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah mengumumkan fokus utama pengawasan mereka di masa mendatang. Ketua KPPU, Gopprera Panggabean, secara resmi menetapkan beberapa sektor strategis yang akan menjadi perhatian khusus lembaga tersebut.

Sektor-sektor prioritas tersebut mencakup pangan, energi, dan ekonomi digital. Penentuan ini didasarkan pada perannya yang signifikan dalam perekonomian nasional dan potensi dampaknya terhadap persaingan usaha.

Selain tiga sektor utama tersebut, KPPU juga berencana memperluas cakupan pengawasannya. Fokus tambahan akan diberikan pada sektor infrastruktur, khususnya yang berkaitan erat dengan efisiensi dan biaya logistik di Indonesia.

Ketua KPPU, Gopprera Panggabean, menjelaskan bahwa tingginya biaya logistik menjadi perhatian serius. Biaya ini diyakini memiliki pengaruh besar terhadap struktur biaya yang ditanggung oleh para pelaku usaha di berbagai lini industri.

"Biaya logistik kita kan cukup, cukup tinggi juga," ujar Gopprera Panggabean dalam sebuah media briefing yang diselenggarakan di kantor KPPU, Jakarta Pusat, pada Rabu, 15 Juli 2027.

Lebih lanjut, di bawah kepemimpinan Gopprera Panggabean, KPPU akan memberikan prioritas tinggi pada peningkatan indeks persaingan usaha. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Menurut Ketua KPPU, penguatan indeks persaingan usaha ini memiliki korelasi langsung dengan target ambisius pemerintah. Target tersebut adalah mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Dikutip dari sumber berita, Ketua KPPU Gopprera Panggabean menyatakan bahwa "Biaya logistik memang cukup, besar juga memengaruhi cost, dari pelaku usaha ya,".

Gopprera Panggabean juga menyampaikan bahwa, "biaya logistik kita kan cukup, cukup tinggi juga," dalam media briefing tersebut.