BISNIS.HOTNEWS.ID - Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengungkapkan bahwa pengelola dana pensiun KWAP telah menjadi korban penipuan dalam investasi yang dilakukan pada startup akuakultur di Indonesia, yaitu eFishery.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai proses uji tuntas dan integritas pelaporan keuangan dalam transaksi investasi. Manajemen eFishery diduga telah melakukan manipulasi terhadap laporan keuangan mereka.

Manipulasi laporan keuangan tersebut bertujuan untuk menipu Kumpulan Wang Persaraan Inc (KWAP) serta investor institusi lainnya yang turut terlibat dalam pendanaan startup tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Datuk Seri Anwar Ibrahim, yang juga merangkap jabatan sebagai Menteri Keuangan Malaysia, sebagaimana dilansir dari New Straits Times.

Beliau menjelaskan bahwa keputusan investasi tersebut telah melalui proses uji tuntas dan tata kelola yang ketat sesuai dengan prosedur yang berlaku saat itu, berdasarkan informasi yang tersedia.

"Keputusan investasi itu diambil lewat proses uji tuntas dan tata kelola yang telah ditetapkan berdasarkan informasi yang tersedia saat itu," ujar Datuk Seri Anwar Ibrahim.

KWAP sendiri telah melakukan kajian mendalam terhadap laporan keuangan eFishery. Laporan tersebut telah diaudit dan diverifikasi oleh auditor yang memiliki akreditasi internasional.

Pemeriksaan independen juga telah dilakukan oleh konsorsium investor, termasuk KWAP, untuk memastikan keakuratan dan keandalan seluruh informasi yang disajikan sebelum menyetujui investasi.

"KWAP turut mengkaji laporan keuangan yang telah diaudit dan diverifikasi oleh auditor berakreditasi internasional," kata beliau.