BISNIS.HOTNEWS.ID - Center Of Reform On Economics (Core) baru-baru ini mengeluarkan analisis yang mengkhawatirkan mengenai potensi peningkatan anggaran subsidi di Indonesia. Kenaikan drastis rata-rata harga minyak mentah dunia menjadi faktor utama yang disorot dalam kajian tersebut.
Menurut estimasi Core, anggaran subsidi di tanah air berisiko melonjak hingga mencapai Rp204 triliun. Angka fantastis ini diprediksi akan terjadi apabila rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) mampu menembus level US$100 per barel.
Perlu dicatat bahwa proyeksi US$100 per barel ini jauh melampaui asumsi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini, yang berada di kisaran US$70 per barel. Selisih yang cukup signifikan ini menjadi pemicu utama kekhawatiran pembengkakan anggaran.
Lebih lanjut, jika rata-rata realisasi ICP berada di kisaran US$90 per barel, yang selaras dengan proyeksi harga minyak mentah dunia saat ini, maka diprediksi akan ada tambahan beban anggaran subsidi sebesar Rp136 triliun.
Ekonom Core, Yusuf Rendy Manilet, menjelaskan secara rinci dampak fluktuasi harga ICP terhadap keuangan negara. Ia memprediksi bahwa setiap kenaikan US$1 dari asumsi ICP sebesar US$70 per barel akan memberikan potensi tambahan penerimaan negara sebesar Rp3,5 triliun.
Namun, di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah tersebut juga akan berimplikasi pada peningkatan beban belanja negara. Yusuf Rendy Manilet memperkirakan bahwa setiap kenaikan US$1 dari asumsi ICP akan meningkatkan beban belanja negara sebesar Rp10,3 triliun.
"Dengan begitu, setiap realisasi ICP lebih tinggi US$1 dari asumsi APBN, terdapat tambahan beban anggaran sekitar Rp6,8 triliun," jelas Yusuf Rendy Manilet.
Ia menambahkan bahwa dampak kenaikan harga minyak mentah ini sangat terasa pada defisit anggaran. "Jika rata-rata ICP mencapai US$90/barel, tambahan defisit bisa mendekati Rp136 triliun," ungkap Yusuf Rendy Manilet.
"Jika rata-ratanya menyentuh US$100/barel, tekanannya dapat mencapai sekitar Rp204 triliun," kata Yusuf Rendy Manilet ketika dihubungi pada Rabu, 22 Juli 2026.