BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya keseimbangan dalam mendorong pertumbuhan kredit bagi pelaku UMKM. Ia menekankan bahwa peningkatan penyaluran dana tidak dapat dilakukan secara agresif tanpa disertai dengan penguatan akses pasar bagi para pelaku usaha.

Menurut pandangan Menteri Maman, peningkatan pembiayaan yang tidak diimbangi dengan kemampuan UMKM dalam menjual produknya berpotensi besar menimbulkan masalah kredit macet atau non-performing loan (NPL). Hal ini menjadi sorotan mengingat data pertumbuhan kredit UMKM yang masih relatif rendah secara tahunan.

Kekhawatiran ini muncul sebagai respons terhadap data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat pertumbuhan kredit UMKM pada Maret 2026 hanya mencapai 0,12%. Angka tersebut membawa total kredit UMKM menjadi Rp1.498,64 triliun secara year-on-year, setelah sebelumnya mengalami kontraksi 0,56% di bulan Februari.

"Kalau pertumbuhan kredit terhadap UMKM setiap tahun naik. Sebagai contoh tahun ini kurang lebih angkanya di sekitar 1.670-an T, hampir mendekati 1.700 triliunan," demikian disampaikan Maman usai Taklimat Presiden di Istana Negara, Jakarta, pada Senin malam, 20 Juli 2026.

Maman Abdurrahman juga menambahkan bahwa jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka penyaluran kredit UMKM secara nominal menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan adanya upaya peningkatan pembiayaan yang telah dilakukan.

"Yang kedua kalau dikomparasi dengan tahun kemarin cukup signifikan," ujar Maman Abdurrahman, merujuk pada perbandingan nominal penyaluran kredit UMKM dari tahun ke tahun.

Pernyataan Menteri Maman ini menjadi penting sebagai pengingat bagi para pemangku kepentingan di sektor keuangan dan UMKM. Fokus pada peningkatan akses pasar diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih kokoh bagi UMKM.

Dengan demikian, pertumbuhan kredit yang didorong oleh kebijakan pemerintah dapat benar-benar memberikan dampak positif yang berkelanjutan, bukan justru memicu masalah baru dalam sistem keuangan.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, Menteri Maman Abdurrahman mengingatkan bahwa kebijakan penyaluran kredit harus berjalan beriringan dengan strategi penguatan pasar. Hal ini demi menjaga stabilitas sektor keuangan dan keberlanjutan bisnis UMKM.