BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Samwon telah mengumumkan keputusan drastis untuk menutup seluruh unit produksinya yang berlokasi di Jepara. Penutupan operasional ini dijadwalkan akan berlaku efektif mulai tanggal 1 Agustus 2026 mendatang.

Manajemen PT Samwon menyampaikan bahwa alasan utama di balik penutupan pabrik ini adalah kerugian finansial yang dialami perusahaan. Kerugian tersebut dilaporkan telah berlangsung selama lima tahun terakhir.

Penurunan jumlah pesanan atau order menjadi faktor krusial yang dikemukakan oleh pihak perusahaan sebagai penyebab utama kerugian. Kondisi ini diduga kuat berdampak signifikan pada kelangsungan bisnis perusahaan.

Namun, penjelasan dari manajemen PT Samwon ini ternyata berbeda dengan informasi yang diterima oleh pihak Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat. Perbedaan sudut pandang ini menimbulkan pertanyaan baru di kalangan pekerja.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi, menyoroti adanya inkonsistensi dalam keterangan yang diberikan. Ia menegaskan pentingnya kejelasan mengenai akar permasalahan yang sebenarnya.

"Letak perbedaan dua alasan tersebut adalah jika memang penurunan jumlah order maka memang masalah utamanya adalah soal kekurangan order," jelas Ristadi dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (22/7/2026).

Ristadi lebih lanjut menguraikan implikasi dari perbedaan keterangan tersebut. Jika masalahnya adalah penurunan order, maka fokus solusinya adalah mencari cara untuk meningkatkan jumlah pesanan.

Akan tetapi, jika alasan penutupan merujuk pada target produksi yang tidak tercapai hingga menyebabkan keterlambatan pengiriman, maka interpretasinya menjadi berbeda. Hal ini mengindikasikan adanya masalah internal dalam kapasitas produksi perusahaan.

"Tetapi jika alasanya adalah target produksi tidak tercapai sehingga sering terjadi keterlambatan pengiriman, ini artinya jumlah order tidak ada masalah dan mencukupi tetapi kemampuan produksinya tidak memadai," kata Ristadi.