BISNIS.HOTNEWS.ID - Piala Dunia 2026 telah menemani publik global selama sebulan penuh, menyajikan tontonan sepak bola akbar yang dinanti-nantikan dari berbagai negara peserta.
Gelaran prestisius ini akan segera mencapai puncaknya pada malam nanti, ditandai dengan pertandingan final yang mempertemukan Argentina, sang juara bertahan, melawan Spanyol sebagai penantang.
Di tengah momen-momen bersejarah yang diciptakan oleh para bintang sepak bola dunia di atas lapangan hijau, perputaran uang bernilai miliaran dolar pun tak terhindarkan di luar stadion.
Namun, realitasnya menunjukkan bahwa tidak semua pihak yang terlibat dalam perhelatan akbar ini mampu meraih keuntungan finansial yang signifikan.
Meskipun para pemain dan tim merayakan kemenangan di lapangan, dinamika ekonomi di balik layar memperlihatkan cerita yang lebih kompleks mengenai distribusi keuntungan.
Perhelatan akbar ini menjadi ajang tidak hanya bagi tim nasional untuk unjuk gigi, tetapi juga bagi berbagai sektor ekonomi untuk merasakan dampaknya.
Mulai dari sponsor, media, hingga industri pariwisata, semua pihak memiliki harapan untuk meraup untung dari gelaran empat tahunan ini.
Namun, pertanyaan krusialnya adalah, di tengah euforia dan antusiasme publik, siapa sesungguhnya entitas yang paling diuntungkan secara finansial dari ajang Piala Dunia 2026?
Analisis lebih dalam diperlukan untuk memahami aliran dana dan siapa saja yang berhasil mengoptimalkan potensi ekonomi dari turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.