BISNIS.HOTNEWS.ID - Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan penurunan signifikan dalam jumlah permohonan baru untuk tunjangan pengangguran pada pekan lalu. Data ini menjadi sinyal positif bagi kesehatan pasar tenaga kerja di negara adidaya tersebut.
Pada pekan yang berakhir 11 Juli, jumlah klaim awal tunjangan pengangguran tercatat sebanyak 208.000. Angka ini menunjukkan penurunan sebanyak 8.000 dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan klaim awal ini lebih baik dari perkiraan para ekonom. Survei yang dilakukan oleh Bloomberg memproyeksikan angka median sekitar 217.000 permohonan baru.
Selain klaim awal, angka klaim berkelanjutan juga menunjukkan tren positif. Indikator jumlah orang yang terus menerima tunjangan setelah pengajuan awal ini turun menjadi 1,81 juta pada pekan sebelumnya, melampaui ekspektasi pasar.
"Jumlah pengajuan baru kini telah kembali melandai ke level yang secara historis tergolong rendah," demikian kutipan dari sumber berita. Pernyataan ini menggarisbawahi pemulihan pasar tenaga kerja pasca lonjakan klaim pada bulan Mei dan awal Juni.
Tingkat pengangguran secara umum juga tercatat mengalami penurunan pada bulan lalu. Hal ini memperkuat argumen bahwa mayoritas pemberi kerja masih berupaya mempertahankan karyawan mereka.
Meskipun demikian, beberapa sektor tertentu seperti industri teknologi masih menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, data keseluruhan menunjukkan ketahanan pasar secara luas.
"Kondisi ini memperkuat bukti bahwa para pemberi kerja pada umumnya masih mempertahankan pekerja mereka," demikian penjelasan lebih lanjut dari sumber berita. Ini menunjukkan strategi retensi karyawan yang kuat di banyak perusahaan.
Dikutip dari Bloomberg, data yang dirilis pada hari Kamis (16/7) ini memberikan gambaran mengenai stabilitas ekonomi Amerika Serikat.