BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah tonggak sejarah baru dalam industri maritim global akan terukir pada Selasa pagi ini, ketika kapal kontainer pertama yang menggunakan bahan bakar etanol buatan Brasil dijadwalkan memulai pelayarannya dari Pelabuhan Santos. Inisiatif ini merupakan uji coba yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekaligus menjadi langkah krusial dalam upaya dekarbonisasi sektor transportasi laut.

Kapal yang dimaksud adalah CMA CGM Iron, sebuah armada yang telah dimodifikasi secara khusus untuk dapat beroperasi menggunakan metanol, etanol, serta bahan bakar fosil konvensional. Rute perjalanannya akan membentang menuju Asia, dengan singgahan di Sri Lanka dan Singapura, sebelum akhirnya mencapai tujuan akhir di Tiongkok. Kapal ini akan mengangkut beragam jenis kargo.

"Brasil sangat strategis bagi kami dan seluruh dunia," ujar Neusa Marcelino, CEO CMA CGM Brasil, sebuah raksasa pelayaran asal Prancis. Ia menambahkan bahwa operasi pengisian bahan bakar etanol ini merupakan sebuah langkah berani dalam upaya mewujudkan transportasi kapal laut yang lebih ramah lingkungan.

Penggunaan etanol sebagai bahan bakar untuk kapal laut berpotensi membuka pasar yang sangat besar bagi para produsen biofuel dan para petani di Brasil. Negara ini sendiri merupakan produsen etanol terbesar kedua di dunia, setelah Amerika Serikat.

Hal ini seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang berupaya memperluas kapasitas produksi bahan bakar terbarukan alternatif ini secara lokal.

Proses modifikasi kapal CMA CGM Iron memungkinkan fleksibilitas penggunaan berbagai jenis bahan bakar. Hal ini menjadi bukti nyata kesiapan industri pelayaran untuk mengadopsi solusi energi yang lebih bersih.

Pelayaran perdana ini diharapkan dapat memberikan data dan pengalaman berharga mengenai performa serta dampak lingkungan dari penggunaan etanol sebagai bahan bakar kapal.

Keberhasilan uji coba ini akan menjadi penentu bagi adopsi etanol secara lebih luas di industri pelayaran global, membuka peluang baru bagi negara-negara produsen biofuel.

Dikutip dari Bloomberg, uji coba ini merupakan bagian dari komitmen global untuk mengurangi emisi karbon di sektor transportasi.