BISNIS.HOTNEWS.ID - Polda Metro Jaya baru-baru ini melancarkan serangkaian penggeledahan di 12 lokasi yang diduga kuat terkait dengan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) serta praktik suap. Tindakan ini menjadi sorotan publik di tengah upaya penegakan hukum yang sedang berlangsung.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti signifikan. Sebanyak 16 paket uang asing dengan nilai total mencapai Rp7,2 miliar berhasil diamankan dari sebuah tempat penukaran uang.
Seluruh barang bukti yang berhasil dikumpulkan kemudian dibawa dan diamankan di Markas Polda Metro Jaya untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Hal ini menunjukkan keseriusan aparat dalam mengungkap kasus yang melibatkan aliran dana ilegal.
Secara bersamaan, pada hari Rabu, 8 Juli 2026, sebuah pemandangan berbeda terjadi di kediaman Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Pengamanan ketat dari personel TNI terlihat berjaga di rumah mewah yang berlokasi di Jalan Radio, Kramat Pela, Jakarta Selatan.
Keberadaan pengamanan ekstra ini menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat. Namun, pihak berwenang segera memberikan klarifikasi untuk meredam isu yang berkembang.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, memberikan pernyataan tegas mengenai pengamanan tersebut. Ia memastikan bahwa tindakan pengamanan di kediaman Febrie Adriansyah tidak memiliki kaitan dengan isu-isu lain yang tengah beredar luas saat ini.
"Pengamanan di rumah mewah di Jalan Radio, Kramat Pela, Jakarta Selatan itu tidak berkaitan dengan isu lain yang saat ini berkembang," ujar Brigjen TNI Muhammad Nas.
Lebih lanjut, Brigjen TNI Muhammad Nas secara spesifik membantah adanya keterkaitan antara pengamanan tersebut dengan penggeledahan yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian. Penggeledahan polisi tersebut berlangsung di Cafe de’Clan Signatur, yang terletak di Jalan Cilandak Tengah, Cipete, Jakarta Selatan.
"Termasuk soal penggeledahan yang dilakukan polisi di Cafe de’Clan Signatur di Jalan Cilandak Tengah, Cipete, Jakarta Selatan," tambah Brigjen TNI Muhammad Nas.