BISNIS.HOTNEWS.ID - Realisasi penyaluran beras melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) per awal Juli 2026 tercatat baru mencapai 458 ribu ton. Angka ini setara dengan 55,29 persen dari target yang telah ditetapkan sebesar 828 ribu ton untuk tahun tersebut.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy. Ia memaparkan data tersebut dalam sebuah rapat penting dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Rapat tersebut diselenggarakan di Gedung Parlemen pada hari Rabu, 15 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Sarwo Edhy merinci capaian program yang bertujuan menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan tersebut.
"Penyaluran SPHP beras sampai dengan awal Juli 2026 telah mencapai 458 ribu ton atau 55,29% dari target tahun 2006 sebanyak 828 ribu ton," ujar Sarwo Edhy.
Menurut data yang dipaparkan dalam tabel presentasinya, hingga tanggal 13 Juli 2026, Provinsi Sulawesi Tenggara menunjukkan performa penyaluran beras SPHP yang paling tinggi.
Wilayah tersebut berhasil merealisasikan penyaluran sebesar 97,9 persen dari target yang dicanangkan. Jumlahnya mencapai 15,74 juta kilogram, mendekati target keseluruhan 16,21 juta kilogram.
Posisi selanjutnya ditempati oleh Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Kedua provinsi ini secara kolektif mencatat total realisasi penyaluran beras SPHP sebesar 95,5 persen.
Angka realisasi gabungan kedua provinsi tersebut adalah 37,33 juta kilogram, yang berarti hampir mencapai target total yang ditetapkan sebesar 39,07 juta kilogram.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, capaian ini menunjukkan masih ada ruang untuk peningkatan dalam upaya distribusi beras SPHP agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Bapanas.