BISNIS.HOTNEWS.ID - Menurut data terkini yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI), terjadi lonjakan signifikan pada jumlah uang primer (M0) di Indonesia. Angka ini menunjukkan perkembangan fundamental yang menarik dalam peredaran uang di dalam negeri per bulan Mei 2025.
Secara total, jumlah uang primer yang beredar di seluruh Indonesia telah mencapai angka fantastis yaitu sebesar Rp2.214,5 triliun. Jumlah ini merupakan agregat dari uang fisik yang berada di tangan masyarakat maupun bank umum yang disimpan di Bank Sentral.
Pertumbuhan uang primer ini tercatat mencapai 14,2% apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year/yoy). Angka pertumbuhan dwidigit ini mengindikasikan adanya dinamika yang cukup kuat dalam perputaran likuiditas ekonomi Indonesia.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, data yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia ini menjadi indikator penting mengenai kebutuhan likuiditas masyarakat dan pelaku ekonomi. Pertumbuhan ini perlu dicermati dalam konteks kebijakan moneter yang sedang berjalan.
Pertumbuhan uang primer sebesar 14,2% secara tahunan ini mencerminkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang membutuhkan alat tukar yang lebih banyak. Hal ini menunjukkan bahwa peredaran uang di tingkat fundamental ekonomi sedang mengalami percepatan.
"Angka tersebut dilaporkan telah mengalami peningkatan signifikan mencapai Rp2.214,6 triliun secara keseluruhan," demikian pernyataan yang disampaikan oleh Bank Indonesia mengenai total uang primer per Mei 2025.
Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan uang primer sebesar 14,2% ini menunjukkan adanya dinamika yang cukup kuat dalam peredaran uang di tingkat fundamental ekonomi. Pernyataan ini menekankan pentingnya angka pertumbuhan tersebut bagi analisis ekonomi ke depan.
Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia terus memantau perkembangan uang primer ini untuk memastikan stabilitas sistem pembayaran dan menjaga inflasi tetap terkendali. Perkembangan ini menjadi bahan pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan kebijakan ke depan.
Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, data ini memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat akan uang tunai, baik dalam bentuk uang kertas maupun logam, mengalami peningkatan yang cukup substansial dalam kurun waktu satu tahun terakhir.