BISNIS.HOTNEWS.ID - Lembaga pemeringkat kredibel internasional, S&P Global Ratings, baru-baru ini mengumumkan keputusan mereka terkait kesehatan finansial Indonesia. Mereka memutuskan untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek.

Selain itu, proyeksi atau outlook terkait peringkat kredit tersebut juga dilaporkan tetap berada pada level yang stabil. Hal ini menunjukkan keyakinan lembaga tersebut terhadap kondisi ekonomi negara.

Menanggapi keputusan ini, Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, memberikan pandangannya. Ia menilai bahwa langkah S&P ini merupakan sebuah kabar baik bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Meski demikian, Pandu Sjahrir juga menekankan bahwa capaian ini bukanlah akhir dari segalanya. Ia secara terbuka mengakui adanya berbagai aspek yang masih memerlukan perhatian serius dan perbaikan di masa mendatang.

"Menurut kami sih itu hal yang baik," ujar Pandu Sjahrir mengenai keputusan S&P tersebut. Pernyataan ini disampaikan usai dirinya menghadiri acara Waste to Energy Talks.

Pandu Sjahrir melanjutkan, "Tapi tentu masih banyak yang harus kita tingkatkan," ungkapnya dengan nada optimis namun realistis.

Peristiwa ini terjadi di Jakarta Pusat pada hari Kamis, 16 Juli 2026. Acara di mana Pandu Sjahrir ditemui dan memberikan keterangannya adalah Waste to Energy Talks.

Keputusan S&P Global Ratings ini menjadi indikator penting bagi investor internasional. Peringkat BBB dan A-2 dengan outlook stabil mencerminkan persepsi pasar terhadap kemampuan Indonesia dalam memenuhi kewajiban finansialnya.

Dikutip dari artikel aslinya, Pandu Sjahrir menyatakan bahwa banyak hal yang masih dapat dan perlu ditingkatkan lebih lanjut. Ini menunjukkan adanya kesadaran akan pentingnya menjaga momentum positif dan terus berinovasi.