BISNIS.HOTNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto menyatakan tekadnya untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Dalam sebuah kesempatan, Presiden Prabowo mengungkapkan adanya rencana untuk menjual beberapa BUMN kepada investor asing. Namun, ia dengan tegas menolak rencana tersebut demi kepentingan bangsa.

Presiden Prabowo memiliki keyakinan kuat bahwa BUMN Indonesia memiliki kapasitas dan potensi untuk bersaing di kancah internasional. Penolakan penjualan ini didasari pada pandangan optimis terhadap kemampuan industri dalam negeri.

Beberapa BUMN yang disebut sempat menjadi incaran penjualan kepada pihak asing meliputi perusahaan di sektor pertahanan. Di antaranya adalah PT PAL (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI.

"Beliau melarang penjualan BUMN tersebut dan berkomitmen untuk membangkitkan industri pertahanan agar BUMN bisa bertahan," demikian kutipan yang menggambarkan sikap tegas Presiden Prabowo.

Langkah penolakan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk membangun kemandirian industri pertahanan nasional. Fokusnya adalah pada penguatan kapabilitas BUMN agar mampu memenuhi kebutuhan pertahanan negara secara mandiri.

Presiden Prabowo meyakini bahwa dengan dukungan dan pembinaan yang tepat, BUMN tersebut tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga berkembang pesat dan menjadi pemain utama di pasar global.

"Orang nomor satu di Indonesia itu meyakini BUMN akan mampu bersaing, maka dari itu ditolak," demikian narasi yang menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

Penegasan ini menunjukkan arah kebijakan pemerintah yang memprioritaskan penguatan aset strategis negara dan pengembangan industri dalam negeri.