BISNIS.HOTNEWS.ID - Piala Dunia 2026 dipastikan akan menyajikan edisi yang penuh warna dan persaingan lebih ketat dari sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kompetisi sepak bola paling prestisius di dunia ini akan diikuti oleh 48 negara peserta.
Perluasan jumlah tim ini tidak hanya meningkatkan jumlah pertandingan, tetapi juga membuka lebar peluang bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk menunjukkan taringnya di panggung dunia. Hal ini tentu akan membuat dinamika turnamen semakin menarik untuk disaksikan.
Meskipun jumlah peserta bertambah drastis, sejumlah tim elite sepak bola dunia tetap menjadi kandidat kuat untuk meraih gelar juara. Faktor penentu seperti kualitas individu pemain, kedalaman skuad, serta pengalaman berlaga di turnamen besar menjadi pertimbangan utama.
Selain itu, performa konsisten dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi alasan mengapa tim-tim tertentu lebih diunggulkan dibandingkan peserta lainnya. Kemunculan generasi pemain muda berbakat yang kini merumput di liga-liga top Eropa turut menambah dimensi persaingan.
"Negara-negara elite sepak bola dunia masih mendominasi daftar favorit," demikian disampaikan dalam analisis Bloomberg Technoz. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi dan kekuatan historis masih memainkan peran penting dalam peta persaingan Piala Dunia.
Namun, prediksi tersebut juga menyertakan catatan penting. "Persaingan diperkirakan akan berlangsung lebih terbuka karena banyak tim kini memiliki generasi pemain muda yang berkembang pesat di kompetisi elite Eropa," tambah analisis tersebut. Ini mengindikasikan potensi kejutan dari tim-tim yang mungkin sebelumnya kurang diunggulkan.
Berikut adalah tujuh negara yang dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi kampiun Piala Dunia 2026, berdasarkan analisis mendalam terhadap kekuatan skuad, rekam jejak, dan performa terkini.
Argentina, sebagai juara bertahan, tentu akan datang dengan modal yang sangat berharga. Mentalitas juara yang telah teruji di berbagai ajang internasional menjadi aset krusial bagi tim asuhan Lionel Scaloni ini.
"Modal tersebut menjadi nilai tambah karena tim asuhan Lionel Scaloni telah memiliki fondasi permainan yang matang dan mental juara yang terbentuk dari berbagai turnamen internasional," demikian kutipan dari analisis tersebut. Fondasi kuat ini menjadi dasar keyakinan akan kemampuan mereka mempertahankan gelar.