BISNIS.HOTNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan capaian signifikan dari PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang telah berhasil mengelola devisa senilai lebih dari US$10,5 miliar sejak memulai operasinya pada 1 Juni 2026.

Kebijakan ekspor satu pintu yang diinisiasi melalui PT DSI ini, meskipun masih dalam tahap transisi, menunjukkan performa yang menjanjikan dalam mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor ekspor.

Target implementasi penuh kebijakan ini adalah pada 1 September 2026, di mana seluruh proses ekspor diharapkan akan terpusat melalui DSI.

"Saya dapat laporan dari CEO Danantara Rosan Roeslani Perkasa baru satu bulan, dua minggu bekerja, PT DSI beroperasi, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih US$10,5 miliar dolar," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Senin, 20 Juli 2026.

Selain pencapaian nominal devisa, Presiden Prabowo juga menyoroti kemampuan DSI dalam mempersempit kesenjangan harga jual produk ekspor Indonesia di pasar internasional.

Sebelum kehadiran DSI, perbedaan harga antara pasar domestik dan internasional dilaporkan mencapai sekitar 30%, bahkan mendekati 40-45%.

"Jarak perbandingan harga mencapai 30% dan mendekati 40-45% sebelum ada DSI. Namun, jarak itu mulai mengecil setelah

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Bloombergtechnoz. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.