BISNIS.HOTNEWS.ID - PT RMK Energy Tbk (RMKE) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik sahamnya di pasar modal Indonesia. Perusahaan berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham atau yang dikenal dengan istilah stock split.
Aksi korporasi ini dilakukan dengan rasio 1 banding 5, yang berarti setiap satu lembar saham lama yang dimiliki pemegang saham akan terbagi menjadi lima lembar saham baru. Hal ini akan berdampak langsung pada nilai nominal per saham.
Sebelumnya, nilai nominal per lembar saham RMK Energy adalah Rp100. Setelah pemecahan, nilai nominal tersebut akan disesuaikan menjadi Rp20 per lembar.
Keputusan penting ini telah mendapatkan persetujuan penuh dari para pemegang saham. Persetujuan tersebut diberikan dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang telah diselenggarakan oleh perusahaan.
Dengan pemecahan saham ini, RMK Energy berharap dapat meningkatkan likuiditas perdagangan sahamnya. Saham dengan harga per unit yang lebih terjangkau diharapkan dapat menarik lebih banyak investor, baik ritel maupun institusional.
Hal ini merupakan strategi perusahaan untuk membuat sahamnya lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan investor. Harapannya, peningkatan jumlah investor akan berdampak positif pada pergerakan harga saham di bursa.
Dikutip dari Tren.Bisnismarket.com, pemecahan nilai nominal saham ini diharapkan dapat membuat saham RMKE semakin diminati. Perusahaan terus berupaya memberikan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya melalui berbagai inovasi.
Rencananya, aksi korporasi ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Perusahaan akan mengumumkan detail jadwal pelaksanaan stock split dalam waktu dekat.
Informasi mengenai tanggal penting, seperti tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak (recording date) dan tanggal efektif pemecahan saham, akan segera dipublikasikan. Pemegang saham disarankan untuk memantau pengumuman resmi dari perusahaan.