BISNIS.HOTNEWS.ID - Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, memberikan keterangan mengenai perkembangan regulasi investasi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Penjelasan ini disampaikan di tengah persiapan infrastruktur pendukung kawasan finansial tersebut.

Pihak Danantara mengonfirmasi bahwa lembaga keuangan baru tersebut nantinya akan menerima suntikan modal awal. Sebagian dari modal tersebut dipastikan akan berasal dari Danatara, sebagai salah satu entitas yang terlibat dalam pengembangan PFII.

Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan bahwa proses investasi di PFII akan berjalan melalui tahapan-tahapan yang terstruktur. Ia menekankan adanya proses bertahap sebelum investasi sepenuhnya dapat diimplementasikan.

"Ya, kita kan akan ada tahapannya ya. Nanti kita juga ada masuk ke investment committee, dan yang lain-lainnya. Jadi akan ada tahapannya," ujar Rosan Perkasa Roeslani di Kompleks Parlemen, Selasa (21/7/2026).

Dalam rangka penyusunan strategi investasi dan operasional, pemerintah telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak. Koordinasi ini juga melibatkan para profesional yang memiliki rekam jejak di pusat keuangan internasional terkemuka.

"Oh iya, dari awal kita bicara sama DIFC. Abu Dhabi Global Market itu. Nah, semuanya lah kita bicara, saya kira konsultannya juga dari DIFC. Bukan dari DIFC ya, dari timnya DIFC. Ini juga [koordinasi] dengan mantan CEO-nya DIFC," ungkap Rosan Perkasa Roeslani.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, juga sempat menyinggung perihal dialog dengan pihak Dubai International Financial Centre (DIFC).

Pertemuan dengan DIFC tersebut merupakan bagian dari upaya kolaboratif dalam proses meaningful participation. Hal ini dilakukan guna memastikan masukan yang komprehensif dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait PFII.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, penjelasan Rosan Perkasa Roeslani ini memberikan gambaran mengenai kesiapan regulasi dan alur investasi yang tengah dipersiapkan untuk PFII.