BISNIS.HOTNEWS.ID - Mata uang Rupiah mengalami pelemahan signifikan pada awal perdagangan pekan ini, Senin, 13 Juli 2026. Mata uang Garuda tercatat menembus ambang psikologis penting di angka Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data yang dipantau pada pukul 09.06 WIB, Rupiah tercatat melemah sebesar 0,38% dari penutupan perdagangan sebelumnya. Posisi Rupiah saat itu berada di level Rp18.110 per dolar AS.
Pelemahan tajam ini merupakan rekor yang dicapai dalam waktu singkat setelah pasar dibuka pada hari tersebut.
Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah diidentifikasi sebagai pemicu utama di balik pelemahan nilai tukar Rupiah.
Situasi geopolitik global yang tidak stabil sering kali berdampak pada pergerakan mata uang emerging market seperti Rupiah.
Kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah dapat memicu aksi jual aset berisiko oleh investor internasional, termasuk di pasar keuangan Indonesia.
Hal ini menyebabkan permintaan terhadap dolar AS sebagai safe haven meningkat, sementara mata uang negara berkembang tertekan.
Para analis memantau ketat perkembangan situasi di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasar keuangan global.
"Ketegangan Timur Tengah menjadi pemicu utama pelemahan Rupiah," demikian analisis yang berkembang di kalangan pelaku pasar.