BISNIS.HOTNEWS.ID - Kejaksaan Agung kini memiliki saham di sejumlah emiten yang disita dari berbagai perkara hukum. Kepemilikan ini menimbulkan pertanyaan mengenai pemenuhan syarat free float minimum yang diwajibkan bagi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saham yang masih berstatus sitaan belum dapat dihitung sebagai bagian dari free float. Perhitungan baru dapat dilakukan setelah status kepemilikan saham tersebut beralih kepada publik sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Saat ini, Kejaksaan Agung tercatat menguasai saham di setidaknya 17 emiten. Beberapa di antaranya adalah PT Indofarma Tbk (INAF), PT Trada Alam Mineral Tbk (TRAM), PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME), dan PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL).
Selain itu, emiten lain yang terdampak termasuk PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA), PT Hanson International Tbk (MYRX), PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO), serta PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI).
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Saidu Solihin, menegaskan bahwa semua perusahaan yang terdaftar, baik di Papan Utama maupun Papan Pengembangan, tetap wajib memenuhi ketentuan free float minimal 15%. Kewajiban ini diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-A.
"Dalam evaluasi pemenuhan ketentuan tersebut, Bursa Efek Indonesia hanya menghitung saham yang telah memenuhi definisi free float," ujar Saidu Solihin.
Beliau menambahkan, "Saham yang masih berstatus sita dan belum memenuhi definisi free float tidak diperhitungkan sebagai free float." Pernyataan ini disampaikan Saidu kepada Bloomberg Technoz pada Jumat, 17 Juli 2026.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi emiten yang sahamnya masuk dalam daftar sitaan. Pemenuhan free float merupakan salah satu prasyarat penting agar saham emiten tetap diperdagangkan secara likuid di bursa.
Kondisi ini memerlukan solusi agar kepemilikan saham sitaan tidak menghambat likuiditas pasar modal. Mekanisme pengalihan saham sitaan secara transparan dan sesuai aturan perlu dikaji lebih lanjut.