BISNIS.HOTNEWS.ID - Dua personel militer Amerika Serikat dilaporkan meninggal dunia, empat lainnya mengalami luka-luka, dan satu orang dinyatakan hilang. Peristiwa tragis ini terjadi menyusul serangan yang dilancarkan oleh Iran di wilayah Yordania.
Insiden memilukan ini terjadi pada hari Jumat, sebagaimana dikonfirmasi oleh pihak militer Amerika Serikat. Kejadian ini menandai eskalasi ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa hari antara kedua belah pihak.
Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) merilis pernyataan bahwa para prajurit yang menjadi korban tengah menjalankan tugas pertahanan di Yordania. Mereka menghadapi serbuan rudal balistik dan drone yang diluncurkan dari Iran.
"Para prajurit tersebut tengah mempertahankan diri dari serangan rudal balistik dan drone Iran pada Jumat," demikian bunyi pengumuman dari CENTCOM, dikutip dari Bloomberg News.
Akibat serangan tersebut, empat personel militer Amerika Serikat lainnya terpaksa dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Mereka dibawa ke rumah sakit yang berada di Yordania.
Informasi lebih lanjut mengenai kondisi para korban yang terluka maupun kronologi lengkap kejadian belum dirinci lebih jauh oleh pihak militer AS melalui unggahan di media sosial.
Peristiwa ini menambah daftar kekhawatiran terkait stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah. Eskalasi serangan antar pihak berpotensi memicu dampak yang lebih luas.
Serangan ini sendiri terjadi sebagai respons atas serangkaian tindakan yang saling meningkatkan intensitas serangan dalam beberapa hari terakhir antara Iran dan pihak-pihak yang terafiliasi.
"Dua personel militer Amerika Serikat tewas, empat lainnya terluka, dan satu orang dinyatakan hilang setelah serangan Iran di Yordania, menurut pengumuman militer AS," demikian dilaporkan oleh Bloomberg News.