BISNIS.HOTNEWS.ID - Dana Pensiun Malaysia, yang dikenal sebagai Kumpulan Wang Persaraan (KWAP), kini menjadi sorotan terkait dugaan kerugian investasi pada sebuah startup perikanan asal Indonesia. Perkara ini diungkapkan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan, Anwar Ibrahim.

Dalam sebuah tanggapan tertulis yang disampaikan kepada parlemen Malaysia, Anwar Ibrahim memberikan keterangan mengenai investasi yang dilakukan oleh KWAP. Lembaga ini diketahui telah menanamkan dana dalam jumlah signifikan pada perusahaan rintisan tersebut.

Dana yang diinvestasikan oleh KWAP dilaporkan mencapai hampir 200 juta Ringgit Malaysia. Angka tersebut setara dengan sekitar Rp 860 miliar, dengan asumsi nilai tukar Rp 4.300 per Ringgit.

Perlu diketahui bahwa melalui KWAP, dana pensiun para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Malaysia dikelola dan diinvestasikan untuk kesejahteraan mereka di masa depan.

Dugaan penipuan investasi ini berakar pada praktik manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan startup tersebut. Hal ini menjadi inti dari kerugian yang dialami oleh KWAP.

"KWAP telah menginvestasikan hampir RM 200 juta atau sekitar Rp 860 miliar (kurs Rp 4.300) di eFishery," ungkap Perdana Menteri Anwar Ibrahim dalam jawaban tertulisnya kepada parlemen Malaysia.

Informasi mengenai investigasi dan temuan awal ini pertama kali dilaporkan oleh The Edge Malaysia pada Minggu, 19 Juli 2026. Media tersebut menjadi sumber utama pengungkapan detail kasus ini.

Dikutip dari The Edge Malaysia, praktik manipulasi laporan keuangan oleh manajemen perusahaan rintisan tersebut menjadi modus operandi dalam dugaan penipuan investasi ini.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Finance.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.