BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) telah mengumumkan target ambisius terkait operasional smelter tembaga mereka yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Fasilitas pengolahan mineral ini diproyeksikan akan mencapai kapasitas produksi maksimumnya pada pertengahan tahun 2026.
Pencapaian kapasitas penuh ini menjadi tonggak penting bagi AMNT dalam upaya mengoptimalkan hasil dari tambang Batu Hijau. Operasi awal dan tahap peningkatan kapasitas (ramping-up) dilaporkan berjalan sesuai rencana, membuka jalan untuk pemrosesan seluruh produksi tambang.
Presiden Direktur AMNT, Rachmat Makkasau, secara resmi menyampaikan perkembangan ini. Beliau menyatakan bahwa operasi smelter sudah mulai berjalan efektif sekitar bulan April 2026.
"Saya bisa laporkan bahwa pada sekitar April 2026 kemarin, operasi sudah mulai berjalan dan ramping-up berjalan dengan baik. Sehingga pada sekitar Juni 2026, itu kami sudah bisa memproses seluruh produksi yang dihasilkan oleh tambang [Batu Hijau] saat ini," ungkap Rachmat Makkasau.
Secara desain, smelter tembaga AMNT dirancang untuk mengolah 900.000 ton konsentrat tembaga setiap tahunnya. Hasil dari pengolahan tersebut diharapkan dapat menghasilkan sekitar 220.000 ton katoda tembaga berkualitas tinggi.
Namun, Rachmat Makkasau mengakui bahwa kapasitas penuh secara tahunan ini belum teruji secara empiris. Hal ini dikarenakan volume produksi dari tambang Batu Hijau sendiri belum mencapai angka yang dirancang untuk pengujian kapasitas maksimum tersebut.
"Jadi, memang kapasitasnya adalah 900 ribu ton. Memang belum bisa terbukti karena produksi kami belum mencapai 900 ribu ton dalam merentang satu tahun. Tapi dalam beberapa minggu operasi, kapasitas maksimum atau mendekati maksimum sudah bisa dicapai," tambah Rachmat Makkasau.
Meskipun operasional telah berjalan pada kapasitas penuh (full capacity), emiten tambang yang terafiliasi dengan Grup Salim dan keluarga Panigoro ini mengonfirmasi adanya agenda strategis. Sebuah jadwal henti napas operasional (shutdown) parsial telah direncanakan.
Shutdown parsial ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Hal ini merupakan bagian dari manajemen operasional untuk pemeliharaan dan optimalisasi berkelanjutan.