• BISNIS.HOTNEWS.ID -

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, baru-baru ini memaparkan rencana strategis jangka menengah untuk memperkuat fondasi penerimaan negara. Fokus utama dari strategi ini adalah pada sektor perpajakan, dengan penekanan pada perluasan basis pajak secara berkelanjutan.

Strategi perpajakan yang diusung tidak semata-mata mengandalkan kenaikan tarif pajak yang sudah ada. Pendekatan ini lebih mengedepankan cara-cara inovatif untuk menjangkau potensi penerimaan negara yang belum optimal.

Poin penting dalam strategi ini adalah pemanfaatan data dan teknologi informasi. Upaya ini ditujukan untuk menjangkau berbagai sektor ekonomi yang selama ini mungkin luput dari perhatian, termasuk ekonomi digital, shadow economy , serta sektor informal yang pergerakannya dinamis.

Menteri Purbaya menegaskan komitmennya untuk tidak menerapkan pendekatan yang dapat mematikan usaha para wajib pajak. Ia ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam pengumpulan pajak tetap menjaga keberlangsungan bisnis.

"Kalau sudah bayar pajak, ya sudah. Saya nggak akan ngejar-ngejar orang kaya, orang kaya saya periksa, atur semuanya sampai dia bangkrut, enggak begitu," demikian ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Lebih lanjut, ia mengibaratkan pendekatannya dengan sebuah metafora yang mudah dipahami. "Jadi, saya nggak akan motong angsa emasnya, saya akan ngumpulin telurnya, kira-kira gitu," jelas Menteri Keuangan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa saat dirinya hadir di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat. Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa, 14 Juli 2026.

Pendekatan "mengumpulkan telur angsa emas" ini mencerminkan upaya untuk mendapatkan hasil secara bertahap dan berkelanjutan, tanpa merusak sumber potensial pendapatan negara di masa depan.