BISNIS.HOTNEWS.ID - Banyak lulusan akuntansi memiliki pemahaman mendalam mengenai Standar Akuntansi Keuangan (SAK), namun kerap kali kesulitan membuktikan kompetensi praktis mereka di hadapan calon pemberi kerja. Kemampuan menjelaskan teori di atas kertas seringkali tidak cukup.

Hal ini menimbulkan kesenjangan yang signifikan antara penguasaan materi akademis dan pengakuan industri yang sesungguhnya. Industri mencari bukti nyata bahwa seorang kandidat tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut.

Untuk menjembatani kesenjangan ini, pelatihan dan sertifikasi BNSP Okupasi Teknisi Akuntansi Penyusun Laporan Keuangan hadir sebagai solusi. Program ini dirancang khusus untuk membekali para profesional muda dengan keterampilan yang relevan dan diakui.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Piranha Smart Center (PSC) dan Education Visionary Lab (EVL) ini tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep SAK EP dan SAK ETAP. Peserta diajak untuk mendalami aspek praktis dalam dunia akuntansi.

Peserta akan mendapatkan pengalaman langsung dalam melakukan entri jurnal, mengelola buku besar, hingga proses penyusunan laporan keuangan untuk entitas tunggal. Ini adalah langkah konkret menuju penguasaan teknis yang dibutuhkan.

"Banyak lulusan akuntansi bisa menjelaskan konsep SAK EP dengan lancar di atas kertas, tapi begitu ditanya soal bukti kompetensi yang diakui industri, jawabannya sering kosong," demikian disampaikan dalam sebuah analisis mengenai kebutuhan industri.

"Padahal sertifikasi resmi seperti BNSP jadi salah satu tolok ukur yang benar-benar dilihat perekrut saat menyaring kandidat," tambah analisis tersebut.

Sertifikasi BNSP ini menjadi bukti resmi bahwa seorang teknisi akuntansi telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Ini memberikan keunggulan kompetitif yang jelas.

Dengan demikian, para lulusan akuntansi yang memiliki pemahaman teori namun belum memiliki pengakuan formal kini memiliki jalur yang jelas untuk meningkatkan nilai jual mereka di pasar tenaga kerja.