BISNIS.HOTNEWS.ID - Pada hari Minggu lalu, Ukraina dilaporkan melancarkan serangan terkoordinasi terhadap sejumlah objek vital di wilayah Rusia. Tindakan ini menandai fase baru dalam eskalasi konflik yang terus berlanjut antara kedua negara.
Serangan tersebut terbagi menjadi dua fokus utama: fasilitas energi di daratan dan aktivitas maritim di Laut Azov. Kedua lokasi ini memiliki signifikansi strategis bagi Rusia.
Pasukan Ukraina dilaporkan berhasil menggempur kilang minyak Syzran yang berlokasi di wilayah Samara. Serangan ini dilaporkan menimbulkan kebakaran di fasilitas tersebut, yang keberadaannya cukup jauh dari garis depan perbatasan kedua negara.
"Pasukan Kyiv menyerang kilang minyak Syzran dan menyebabkan kebakaran di fasilitas tersebut," demikian pernyataan Staf Umum Ukraina melalui Telegram pada hari Minggu. Meskipun demikian, skala kerusakan yang ditimbulkan pada kilang minyak yang berada jauh di dalam wilayah Rusia tersebut masih dalam proses penilaian.
Selain serangan darat, Ukraina juga menargetkan sejumlah kapal di perairan Laut Azov. Laporan menyebutkan bahwa sepuluh kapal tanker dan empat kapal feri menjadi sasaran serangan.
"Ukraina juga menyerang 10 kapal tanker dan empat kapal feri di Laut Azov," demikian disampaikan oleh Staf Umum Ukraina. Tindakan ini menunjukkan upaya Ukraina untuk mengganggu jalur logistik dan ekonomi Rusia.
Salah satu insiden yang dilaporkan adalah kerusakan pada sebuah kapal tanker yang sedang dalam kondisi kosong. Insiden ini terjadi akibat serangan drone yang dilancarkan terhadap kapal tersebut.
Gubernur wilayah Rostov, Yuri Slyusar, mengkonfirmasi kejadian tersebut. "Sebuah kapal tanker kosong rusak akibat serangan drone," ujar Yuri Slyusar dalam sebuah unggahan Telegram pada hari Minggu.
Untungnya, api yang sempat muncul berhasil dipadamkan. Pihak berwenang juga mengkonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden penyerangan kapal tanker tersebut.