BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Swiss dan Jerman guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor industri nasional agar berstandar global.

Kerja sama ini secara spesifik melibatkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) dari pihak Indonesia. Sementara itu, dari pihak internasional, kolaborasi ini didukung oleh State Secretariat for Economic Affairs (SECO) Swiss dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH dari Jerman.

Fokus utama dari kolaborasi ini adalah untuk mengakselerasi standar kompetensi para SDM industri di Indonesia. Hal ini akan dicapai melalui pengembangan pendidikan vokasi yang lebih mutakhir dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk memperkokoh rekam jejak kemitraan strategis yang telah lama terjalin antara Indonesia dengan kedua negara Eropa tersebut. Hubungan diplomatik Indonesia dengan Swiss telah terjalin sejak tahun 1951, sementara dengan Jerman sejak 1952.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyoroti pentingnya adaptasi SDM industri terhadap perubahan global yang pesat. Beliau menekankan bahwa transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan, otomatisasi, hingga transisi ekonomi hijau menjadi tantangan sekaligus peluang.

"Transformasi digital, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, otomatisasi, transisi ekonomi hijau, hingga dinamika rantai pasok global menuntut SDM yang adaptif, inovatif, serta berkarakter pembelajar," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Melalui kerja sama ini, diharapkan para pekerja industri Indonesia dapat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi disrupsi teknologi dan perubahan pasar global. Pengembangan keahlian ini menjadi kunci untuk menjaga daya saing industri nasional di kancah internasional.

Dikutip dari artikel asli, kolaborasi ini akan difokuskan untuk mengakselerasi standar kompetensi SDM industri nasional melalui pendidikan vokasi sekaligus memperkokoh rekam jejak kemitraan strategis Indonesia yang telah terbangun lama.

Dikutip dari artikel asli, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa berbagai dinamika global menuntut SDM yang mampu beradaptasi. Beliau menegaskan, "transformasi digital, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, otomatisasi, transisi ekonomi hijau, hingga dinamika rantai pasok global menuntut SDM yang adaptif, inovatif, serta berkarakter pembelajar."