BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah isu sensitif terkait dunia pendidikan mencuat di Kota Tangerang Selatan, khususnya di lingkungan SMP Negeri 11. Program kelas pengayaan yang seharusnya mendukung pembelajaran siswa kini dihadapkan pada tudingan komersialisasi.

Hal ini timbul setelah beredar informasi mengenai besaran biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua siswa untuk mengikuti kelas pengayaan tersebut. Biaya yang ditetapkan diduga mencapai angka yang cukup signifikan.

Menurut informasi yang dihimpun, pihak sekolah mematok biaya awal sekitar Rp3,5 juta untuk setiap siswa yang ingin mengikuti kelas pengayaan. Angka ini menjadi sorotan publik di tengah upaya pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.

Kelas pengayaan ini diselenggarakan di SMP Negeri 11 yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan. Keberadaan program berbayar ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan tujuan sebenarnya dari kelas pengayaan tersebut.

Program ini diketahui mulai diselenggarakan pada hari Senin, 20 Juli 2026. Tanggal tersebut menjadi titik awal munculnya polemik dan perhatian publik terhadap kebijakan sekolah.

Isu ini muncul di tengah semangat pemerataan akses pendidikan. Adanya pungutan dalam bentuk kelas pengayaan berbayar ini dianggap berpotensi memberatkan orang tua siswa, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

"Untuk mengikuti program tersebut, orang tua siswa disebut harus mengeluarkan biaya awal sekitar Rp3,5 juta per siswa," demikian kutipan informasi yang beredar mengenai besaran biaya kelas pengayaan di SMPN 11 Tangsel.

Dikutip dari Infotren.id, polemik ini menggugah diskusi mengenai batasan antara program penunjang pembelajaran dan potensi komersialisasi di sekolah negeri.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Infotren. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.