BISNIS.HOTNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini membagikan kisahnya saat memilih kendaraan operasional ketika menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Keputusan tersebut berfokus pada dukungan terhadap produk dalam negeri, meskipun ada pertimbangan harga.

Beliau mengungkapkan bahwa tawaran kendaraan operasional datang langsung dari pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pilihan yang disodorkan meliputi kendaraan impor dengan harga yang relatif terjangkau.

Namun, Prabowo Subianto memiliki pertimbangan lain. Ia justru memilih untuk menggunakan kendaraan taktis Maung yang merupakan hasil karya anak bangsa.

Keputusan ini diambil meskipun ia menyadari bahwa harga kendaraan Maung buatan dalam negeri tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan opsi mobil impor yang ditawarkan.

Prabowo Subianto menilai bahwa perbedaan harga tersebut merupakan hal yang wajar. Ia menjelaskan bahwa industri otomotif dalam negeri masih relatif baru dalam pengembangannya.

"Ketika saya menjadi Menteri Pertahanan, saya ditawari mobil untuk operasional oleh TNI. Saya ditawari mobil impor yang harganya murah," ungkap Prabowo Subianto.

Ia melanjutkan, "Sementara ketika saya memilih mobil buatan dalam negeri, harganya disebut lebih mahal."

Mengenai selisih harga tersebut, Prabowo Subianto berpandangan bahwa hal itu dapat dimaklumi. "Saya beranggapan wajar jika harga mobil nasional lebih mahal ketimbang mobil impor," jelasnya.

Alasan utama di balik pandangan tersebut adalah tahap perkembangan industri otomotif nasional. "Ini disebabkan karena industri mobil dalam negeri belum lama dimulai," kata Prabowo Subianto.